Terungkap! Ini Cara Melamar Kerja yang Paling Disukai HRD
Melamar kerja bukan hanya soal mengirim CV dan menunggu panggilan. Banyak pelamar gagal bukan karena mereka tidak kompeten, tetapi karena cara melamar kerja mereka tidak sesuai harapan HRD.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari cara melamar kerja yang benar-benar disukai HRD, sehingga peluang Anda dipanggil interview menjadi jauh lebih besar.
1. Gunakan CV yang Rapi, Relevan, dan Mudah Dibaca
CV adalah penilaian pertama HRD terhadap kandidat. Karena HRD hanya punya waktu sekitar 7–10 detik untuk screening awal, CV Anda harus:
✔ Ringkas, 1–2 halaman
✔ Fokus pada pengalaman relevan
✔ Menggunakan format ATS-friendly
✔ Tidak memasukkan informasi tidak penting
Hindari:
-
CV penuh dekorasi
-
Menggunakan font aneh
-
Informasi berlebihan yang tidak relevan
Tips: Gunakan bullet points, bukan paragraf panjang.
2. Tulis Email Lamaran Secara Profesional
Banyak pelamar gagal hanya karena cara mengirim email lamaran yang buruk.
Contoh subject benar:
Lamaran – Admin – Anna Putri
Isi email harus:
-
Sapaan sopan
-
Perkenalan singkat
-
Posisi yang dilamar
-
Lampiran CV & berkas
-
Penutup profesional
Jangan kirim email kosong!
HRD akan langsung mengabaikannya.
3. Sesuaikan Lamaran dengan Posisi yang Dilamar
Jangan kirim lamaran yang sama ke semua perusahaan.
Yang disukai HRD:
-
CV yang mencerminkan skill posisi
-
Cover letter yang ditulis khusus
-
Pelamar memahami profil perusahaan
Perusahaan ingin melihat bahwa Anda melamar dengan kesungguhan, bukan asal kirim CV massal.
4. Lampirkan Berkas yang Dibutuhkan Lengkap dan Jelas
HRD menyukai pelamar yang rapi dan lengkap.
Berkas yang umum diminta:
-
CV
-
Surat lamaran
-
Ijazah & transkrip
-
KTP
-
Foto terbaru
-
Portofolio (jika relevan)
Semua file harus:
-
Format PDF
-
Nama file jelas
-
Ukuran tidak terlalu besar
5. Tunjukkan Sikap Profesional Sejak Awal
HRD memperhatikan cara Anda berkomunikasi sejak awal.
Yang perlu dijaga:
-
Balas pesan dengan sopan
-
Hindari kata singkatan alay
-
Perhatikan ejaan dan tata bahasa
-
Tunjukkan attitude positif
Sopan santun = poin plus besar.
6. Lakukan Follow-Up dengan Benar dan Tidak Mengganggu
Follow-up adalah tanda bahwa Anda serius, tetapi lakukan dengan sopan.
Contoh follow-up:
“Selamat pagi, saya Anna Putri. Izin menanyakan perkembangan lamaran saya untuk posisi Admin. Terima kasih.”
HRD menyukai follow-up yang rapi dan tidak memaksa.
7. Tunjukkan Kesiapan dan Kemampuan Adaptasi
Di era sekarang, HRD menyukai pelamar yang:
-
Mau belajar
-
Adaptif terhadap perubahan
-
Mampu bekerja sama
-
Tidak memilih-milih tugas
Perusahaan menginginkan kandidat yang fleksibel dan mudah bekerja dalam tim.
🎯 Kesimpulan
Cara melamar kerja yang disukai HRD bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi bagaimana Anda menunjukkan profesionalisme sejak awal.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, peluang Anda dipanggil interview akan meningkat drastis.
Jika Anda ingin dibuatkan versi carousel Instagram atau versi video pendek TikTok, cukup bilang!



