Banyak pencari kerja fokus memperbaiki CV, skill, dan pengalaman kerja. Namun sering kali lupa bahwa attitude (sikap) justru menjadi faktor krusial dalam penilaian HRD.
Tidak sedikit kandidat yang secara kualifikasi sudah cocok, tetapi akhirnya gagal karena sikap yang menimbulkan kesan negatif. Bahkan, beberapa kesalahan attitude bisa langsung membuat HRD ilfeel sejak awal proses seleksi.
Artikel ini membahas kesalahan attitude paling umum yang sering membuat HRD ragu hingga menolak kandidat.
1. Terlalu Percaya Diri Sampai Terlihat Sombong
Percaya diri adalah nilai plus, tetapi jika berlebihan bisa berubah menjadi sikap arogan. HRD sering merasa tidak nyaman ketika kandidat:
-
Meremehkan perusahaan sebelumnya
-
Terlalu sering membanggakan diri
-
Terlihat merasa “paling layak” diterima
HRD cenderung mencari kandidat yang percaya diri namun tetap rendah hati.
2. Datang Interview Tanpa Persiapan
Kandidat yang tidak memahami:
-
Posisi yang dilamar
-
Profil perusahaan
-
Tugas dan tanggung jawab dasar
akan terlihat tidak serius. Sikap ini sering diartikan HRD sebagai kurangnya komitmen dan minat terhadap perusahaan.
3. Cara Bicara Tidak Sopan atau Terlalu Santai
Attitude bisa terlihat dari cara berkomunikasi. Beberapa contoh yang membuat HRD ilfeel:
-
Nada bicara terlalu santai
-
Memotong pembicaraan interviewer
-
Menggunakan bahasa yang tidak profesional
Meski kemampuan teknis bagus, cara bicara yang buruk bisa langsung menurunkan penilaian.
4. Menyalahkan Pihak Lain Saat Membahas Pengalaman Kerja
Saat ditanya alasan keluar dari pekerjaan sebelumnya, kandidat yang:
-
Menyalahkan atasan
-
Menyudutkan rekan kerja
-
Mengeluh berlebihan
akan dianggap tidak dewasa secara profesional. HRD bisa khawatir kandidat akan membawa konflik yang sama ke lingkungan kerja baru.
5. Terlihat Tidak Antusias atau Terlalu Pasif
Attitude negatif tidak selalu agresif. Sikap terlalu pasif juga bisa menjadi masalah, seperti:
-
Jawaban singkat tanpa penjelasan
-
Tidak bertanya sama sekali
-
Ekspresi datar dan tidak antusias
HRD bisa menilai kandidat tidak memiliki motivasi untuk berkembang.
6. Tidak Menghargai Proses Rekrutmen
Beberapa sikap kecil yang berdampak besar:
-
Datang terlambat tanpa alasan jelas
-
Lambat merespons pesan HRD
-
Tidak hadir interview tanpa konfirmasi
Bagi HRD, ini mencerminkan etika kerja kandidat di masa depan.
Bagaimana Attitude yang Disukai HRD?
Secara umum, HRD menyukai kandidat yang:
-
Sopan dan komunikatif
-
Terbuka untuk belajar
-
Menghargai waktu dan proses
-
Jujur dan konsisten
-
Memiliki sikap profesional sejak awal
Attitude yang baik sering kali lebih mudah dilatih daripada skill teknis.
Kesimpulan
Skill dan pengalaman memang penting, tetapi attitude sering menjadi penentu akhir. Kesalahan sikap yang terlihat sepele bisa membuat HRD ilfeel dan menghilangkan peluang Anda, bahkan sebelum kemampuan dinilai lebih jauh.
Memperbaiki attitude bukan soal berpura-pura, melainkan menunjukkan sikap profesional dan menghargai proses rekrutmen.



